Bumel Indo Pelari Tangguh

Buszo.com -Setelah galau karena teman yang lain ikut moda transportasi kereta menggunakan Ambarawa Ekspress sedangkan aku kalau nggak mepet banget waktu lebih memilih naik bis.

Setelah pergolakan batin yang cukup bimbang dalam suasana pagi kota Atlas ini akhirnya kuputuskan menggunakan bis moda kesayanganku.

Setelah yakin sepenuhnya segera kuberpisah dengan rekan rekan yang lain di stasiun Tawang Semarang ini.

Tanpa ragu segera bergegas ke pintu keluar stasiun mencegat daihatsu aka angkot yang lalu lalang yang mengarah ke Terminal Terboyo.

Turun dari angkot suasana pintu keluar belum terlalu rame pagi walaupun ini awal pekan mungkin komuteran kudus pati udah melakukan start sedari tadi saat diriku bimbang di stasiun Tawang.

Nggak lama nongol sang Widji dari pintu keluar terminal tapi kali ini diriku nggak bergeming karena sedang moratorium terlebih dahulu dengan armada yang satu ini.

Tak sampe menunggu lama si merah Indo tampak menderu karena lagi pengen nyoba armada ini untuk bernostalgia seperti waktu itu,segera kunaiki dan memilih duduk di deret belakang supaya dapet angin lebih.

Sekitar 20 an penumpang memenuhi si merah pagi ini kebanyakan trip Kudus dan pati seperti biasa,sempat kutanya berapa penumpang arah Surabaya sang kondektur menjawab lima orang sembari senyum.

Lintas lingkar Demak nambah tiga orang naik plus seorang kontrol yang ikut naik armada ini setelah cek ricek oleh pak kontrol sempat ngobrol sebentar.

Obrolan seputar bis lintas selatan tempat asal pak kontrol dimulai dari armada maupun tiketnya bis lintas selatan tersebut.

Masuk Kudus hanya nambah satu penumpang situasi sulit pagi ini sepertinya untuk si merah indo ini dalam hatiku.

Masuk lingkar Pati terasa sekali indo ini mulai injek gas karena di dorong oleh SM dari belakang,masuk terminal Pati pun dengan tergesa gesa langsung wuss meninggalkan terminal yang masih sunyi.

Nggak ada penumpang dan didorong SM jadi sensasi pagi ini merasakan kecepatan si merah melintasi pantura trip yang ngangenin.

Cukup lama tanpa lambaian tangan calon penumpang akhirnya di Kragan bis ini berhenti untuk menaikkan penumpang,dan segera menyusuri dan merasakan angin laut yang mulai menerpa.

Dengan geberan sang pengemudi tanpa terasa sudah memasuki terminal baru Tuban dan berhenti sejenak di sini lumayan ada sekitar 6 penumpang yang menjadi raja sejenak di indo merah ini.

Tanpa menunggu berlama lama sang driver mulai menderu meninggalkan terminal Tuban,sangat terasa sekali deru Hino AK8 pagi menjelang siang ini dengan kekuatan gaharnya.

Sempat terbuai karena geberan sang driver dan dorongan SM tentunya membuat sejenak memejamkan mata ini dikagetkan suara kondektur saat teriak Lamongan Lamongan.

Saat terbangun ini di luar jendela ternyata rintik rintik hujan membasahi kota Lamongan siang hari ini.

Sempat antri memasuki duduk Gresik seperti biasanya dari jam ke jam masih sama seperti yang lalu,memasuki Bunder mulai satu persatu meninggalkan si merah ini untuk melanjutkan ke tujuan masing masing.

Saat melintas SPBU Gresik terlihat Widji sedang istirahat akhirnya dari Semarang hingga Gresik ini baru bisa overtake dan mendahului Widji yang tadi sempat menggodaku saat di pintu keluar Terboyo.

Liukan liukan sang pengemudi membelah tol menuju terminal Bungurasih pada siang ini yang hujan turun dengan cukup deras,kepadatan terjadi saat keluar medaeng sekitar 20menitan antri disini sebelum akhirnya si merah meliuk memasuki terminal Bungurasih tepat pk.15.05.

Suasana yang dingin menyambut kedatanganku di terminal Bungurasih ini.

Tarif : Smrg – Sby 52K

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *