Dilema Menjadi Sarkawi

Sedikit catatan ringan tentang sarkawi,tidak usah panjang lebar menjelaskan tentang sarkawi karena sebagian penggemar bus paham arti sarkawi.

Telah lama praktek sarkawi ada dari dulu hingga masa kini dengan segenap cerita di dalamnya.

Aku sendiri cukup dilema bila sarkawian bersama bus malam walaupun secara budget sangat sangat membantu dalam perjalanan.

Lebih suka beli tiket on the spot pada pengurus atau mandoran di terminal dan mendapat harga spesial,karena dengan tersebut memiliki karcis resmi selama dalam perjalanan.

Walaupun aku selalu dapat selisih harga lumayan banyak antara dapat harga spesial dibanding sarkawian,tapi beberapa cerita rekan tidak beda jauh juga selisih harganya.

Yang menjadi penyebab sarkawian adalah hubungan pertemanan dengan para sopir bus malam tersebut,yang seringnya komunikasi sehingga terjadi praktek sarkawi.

Karena mereka yang selalu menawari,terkadang hati ini luluh juga dengan segenap perasaan bersalah menjadi sarkawi dalam perjalanan.

Sangat tidak dianjurkan menjadi sarkawi,karena merugikan perusahaan dan kita sendiri berarti menjadi penumpang gelap dalam perjalanan tersebut walau secara sisi ekonomis sangat mendukung.

Aku sendiri selalu beralasan berangkat mendadak bila telah beli tiket terus bertemu pengemudi yang sudah akrab,pasti diguyoni telah beli tiket kaya sudah kebanyakan duit.

Walaupun untuk line Surabaya – Jakarta maupun Solo – Jakarta masih banyak sekali pengemudi yang telah jadi sahabat yang sulit jadinya bila bertemu mereka selama dalam perjalanan untuk urusan membeli tiket.

Tapi sekali lagi pribadi sudah tidak ingin sarkawian dengan segala alasannya,karena memilik tiket resmi lebih menjamin kita selama dalam perjalanan dari hal hal yang tidak diinginkan.

Dan semoga dijauhkan dari godaan menjadi sarkawi hehehe,terutama dari pengemudi yang telah akrab bersamaku sejak dulu.

Mungkinkah praktek sarkawi akan hilang seiring banyaknya pilihan menggunakan tiket online biarlah waktu yang akan menjawab.

Itulah sedikit catatan ringan tentang sarkawi,punya pengalaman sarkawian? Silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar sekaligus diskusi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *