Perjalanan Bersama NS 17

Setelah urusan pekerjaan selesai segera menuju halte Transjakarta Monumen Nasional untuk bersiap ke terminal Rawamangun.

Seperti biasa antrian yang cukup lumayan di halte Monas ini dan sedikit menunggu armada TJ yang mengarah menuju Pulogadung sana.

Sekitar 30 menit menunggu sembari kontak agen Rawamangun yang cukup sibuk sore ini.

Karena udah nggak mood perjalanan langsung ke Surabaya akhir akhir ini seringnya untuk estafet menggunakan Nusantara turun di Kudus ataupun bablas Lasem sekalian.

Jam menunjukan angka 17.15 menit saat tiba di halte Arion untuk melangkah turun menuju terminal.

Perut mulai krucuk krucuk nggak sempat makan tadi siang soalnya mikirin kerjaan yang sore harus rampung.

Ada ketoprak deket BCA akhirnya terdampar dulu menikmati abang ketoprak pinggir jalan pada sore menjelang petang ini.

Suapan terakhir berbarengan handphone berbunyi,no dari mbak agen udah tertera dilayar hp menanyakan keberadaanku segera kujawab udah lagi jalan ke terminal mbak!

Segera kulangkahkan langkah dengan cepat dan kulihat mbak melambai lambaikan tangan saat melihatku.

“Ayo buruan nungguin kamu doang” Celetuk doi.

” Sory mbak macet ” beralasan.

Padahal sih tadi naik TJ bebas macet,dasar aja nggak tahan godaan liat ketoprak!

Segera kunaiki NS 17 yang akan membawaku menuju Lasem sebagai tujuan transitku.

Celingukan kulihat hanya ada 9 orang wah bener bener saat sepi sewa ini pikirku bulan ini,dua minggu yang lalu pun hanya 12 orang dari Rawamangun.

Nggak pake lama check list langsung diberangkatkan armada NS 17. Mengalami ketersendatan pintu kereta Cipinang.

Macet pasti dari lampu merah penjara hingga masuk tol ditempuh dengan perlahan petang ini,sembaru menikmati cemilan sebelum tidur nyenyak di tol.

Bebas juga dari hadangan macet petang ini masuk tol perlahan,karena tubuh udah remek mending dibawa istirahat.

Nggak bisa menikmati semburan tenaga NS 17 karena bangun udah masuk RM Taman Sari untuk service makan.

Cuma syarat doang ngambil dikit,nggak tau kenapa malas makan selama perjalanan bahkan kalau naek NS 01 sekalipun,sukanya cemilan aja.

40 menit melemaskan otot dan menikmati udara segar khirnya melanjutkan kembali jam menunjukan angka 21.15.

Sopir kedua nggak pake basa basi untuk menginjak pedal gas walaupun abis istirahat makan.

Korban pertama iringan Lorena nggak liat seri brp dilanjut 2 Sinjay Wonosobo dan 2 Sumber Alam jadi santapan NS 17 malam ini.

Maju depan iring truk dilibas free kiri khas pantura!! Nggak bisa bandingin sopir pertama tadi soalnya tidur,tapi yang kedua ini joss banget skillnya dan tetep perhitungan matang.

Dalam hati ingin menikmati NS 17 tapi apadaya badan nggak bisa kompromi sama sekali sama sekali terlelap zzzzz tarik selimut.

Terbangun 02.45 memasuki Terminal Mangkang gapura kota Semarang dan kuliat udah berganti kemudi pada sopir pertama tadi.

Memang kurasakan sedikit beda tarikan dengan sopir tengah tadi,saat menyusuri arteri pelabuhan nggak terlalu diinjak.

Depan Terboyo berhenti menurunkan penumpang dan kembali menyusuri jalanan Semarang -Kudus yang masih lengang,terlihat tadi Sinar Mandiri udah ngetem depan terminal.

Dalam hati sih bisa keburu naek Sinar Mandiri yang tadi ngetem saat depan terminal Terboyo.

Menurunkan paket keliatannya di Garasi Karanganyar langsung joss menyusuri jalanan pantura yang masih lengang,dan karena mata masih ngantuk lumayan sebentar merem lagi zzzzz.

Sampe kaget saat dibangunkan bahwa udah di Masjid Lasem pesanku pada crew bus untuk turunnya nanti,setelah mengucapkan terimakasih akhirnya melangkah turun.

Menuju masjid sebentar masih ada waktu untuk subuhan dan akan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya semoga bertemu dengan Sinar Mandiri yang ngetem depan Terboyo tadi.

Trims NS 17!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *