Setengah Sarkawi Citra Adi Lancar

Biasanya tiba di Giwangan masih pagi buta karena kemacetan yang luar biasa karena Laka di Ngawi jadi lumayan siang masuk kota Jogja.

Cacing perut udah mulai keroncongan memanggil untuk segera diisi,seketika langsung bergegas menuju angkringan langganan.

Tanpa ba bi bu lagi 2 nasi 2 kepala ayam plus tahu bacem jadi santapan pagi ini setelah kelaparan dinihari tadi.

Mau ikut apa pikirku menuju arah purwokerto,armada favorit Antar Jaya pasti telah melintas semua jam jam segini.

CAL ya Citra Adi Lancar pikirku armada cadanganku bila melintas jalur tengah ini,sejenak kusamperin timer nya dan ternyata CAL belum melintas.

Aman pokoknya kalau masih ada CAL walaupun armadanya begitu,ada sih yang bagus yang arah Kuningan tapi jamnya juga pagi.

Nggak menunggu lama 15mnt kemudian terlihat moncong CAL keluar dari terminal Giwangan dan melipir cantik karena ada 2 penumpang yang naik termasuk diriku.

Bangku sudah hampir full nggak ada pilihan,kuambrukkan pantat ini dibangku belakang panjang daripada pilih pilih tempat duduk.

Lepas gamping ada 1/2 orang naik nggak begitu mengamati,langsung arisan bayar 80K kepada kondektur dan berusaha merem dengan alunan Via Vallen melalui hp butut yang udah di charge sebentar di angkringan.

Lepas Sentolo kondektur ke belakang bicara dengan penumpang yang naik bareng diriku mengatakan suruh di balkon dengan kompensasi kembali 15K dengan alasan ada kesalahan hitung atau apalah dengan agen .

Dengan wajah melas dia bilang salah hitung pesanan agen bener nggak bodo amat lah urusan dia kan hahaha.

Karena nggak ada respon dari penumpang yang naik bareng aku tersebut,diriku keluar rasa kasian juga jadi kujawab saja sini uangnya lah aku seng ngalah karena ngerasa nggak naik dari terminal ataupun agen.

Tau sendiri kalau pinggang udah lurus bawaanya ngantuk,baru mau merem tau2 berhenti di agen Wates dan penumpang yang naik bareng aku akhirnya turun katanya mau diikutan bis belakangnya.

Dalam hati kacau juga nih bisa salah hitung dan akhirnya penumpang yang naik bareng aku terpaksa turun menunggu belakangnya.

Selepas Wates nggak urus lagi pokok e merem mumpung bisa selonjoran ini,karena AC lumayan dingin ditambah siang ini mendung jadi lumayan cocok untuk merem ini.

Bahkan saat istirahat di kontrol Karanganyar pun nggak bangun sama sekali diriku saking pulesnya hahaha.

Terbangun saat melintas Tambak Banyumas lumayan juga pikirku,dan nggak lama kemudian turun gerimis perlahan dilanjut dengan deras disertai petir menggelegar.

Padahal ngarep banget pas di Buntu ada asongan getuk goreng tapi karena cuaca hujan perjalanan kali ini nggak ketemu getuk goreng.

Melintas Jatilawang dengan pandangan terbatas karena hujan begitu deras,hingga melintas Ajibarang dan mendekati Bumiayu masih hujan dengan derasnya.

Diriku bersiap untuk turun dan menemui kawan untuk menikmati mendoan dan moci si kota ini.

Tarif : Jogja – Bma 80K Cash Back 20K

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *