Touring Bersama Sumber Group SKLoverz

Buszo.com – Halo selamat malam semua,postingan kali ini sebenarnya terjadi karena sebuah rencana menggunakan tiket pemberian seseorang sahabat untuk penerbangan dari Jakarta menuju Denpasar PP menggunakan Garuda.

Karena sebuah alasan badan tidak dapat kompromi lagi akhirnya dibatalkan perjalanan tersebut walaupun mbak Metta sebenarnya ingin bookingkan tiket dari A Yani tapi sempat kutolak.

Cerita selengkapnya berawal sebagai berikut dari memulai hingga tiba kembali di Sby.

22 Januari 2019

Sebenarnya masih ada armada jakartaan beberapa biji,mulai mas Agus Pak Bekti menyarankan dengan armadanya,tapi karena hujan plus angin kencang di Sby jadi malas beranjak dari ruang tunggu.

Kulihat samar samar Sumber Semarang telah parkir di shelter pemberangkatan jam 17.00,akhirnya segera ku sambar ransel yang siap menemaniku mengawali perjalanan panjang ini.

Sesmarangan 67 menemani perjalanan kali dengan mashokkk pak Eko yang meninabobokan sepanjang perjalanan ditemani hujan derasnya.

Sumber semarangan

Liukan lembut,hentakan gas maupun perpindahan persneling yang disajikan sungguh membuatku kagum dengan sesmarangan kali ini,maklum naik semarangan sudah lama sekali seperti perut dikocok kocok.

Masuk terminal Nganjuk digantikan oleh sopir Sumber Semarang juga yang sedang libur dan turun di daerah Ngawi.

Rasanya kurang sabaran sopir ini marka beberapa kali dilabrak,tarikan gas yang kasar maupun pengereman.

Tiba di Tirtonadi Solo jam 23.00 ngisi perut dengan soto langganan,basuh muka ke musholla sebentar dan mengurus colokan hp dan power bank.

Cukup lama di sini sembari ngeliatin anak yang pakai jaket SKLoverz yang lagi hunting foto malam itu di Terminal Tirtonadi.

23 Januari 2019

Jam 01.00 ikut Sumber Jogjaan 54 UZ apa 62 UY ya? Ada di stiker no body di kabin bus,entah mana yang benar.

Sopir baru nih masih relling,aduhh bawanya kaya lagi peres baju deh pokoknya nggak nggenak blas,yang mau coba silahkan deh cukup trip tipis saja dulu.

Masuk terminal 02.30 eh kebetulan angkringan langganan sudah mulai menggelar dagangannya,tanpa ragu langsung melangkah menuju kesana.

Susu panas dan nyemil kepala ayam jadi menu nikmat pagi yang masih ditemani gerimis tipis sejak berangkat dari timur tadi.

Rosin purwokerto

Semakin pagi semakin galau,ikut armada apa menuju kota Semarang lagi galau ke lewat armada Mbak Rosin berhenti sejenak di bangjo Giwangan yang sedang menuju arah Purwokerto.

Ada bayangan ikut armada Haryanto Patas atau ikut armada mercy lawas bus bumelan,eh ndilalah lagi galau malah ada Maju Lancar keluar terminal Giwangan.

Tanpa pikir panjang kubayar angkringan dan langsung menaiki bus Maju Lancar menuju kota Semarang dengan armada yang sangat lumayan terlihat menggunakan ex bus malam.

Karena mata cukup ngantuk dan kok sedikit nggreges badan akhirnya kuputuskan tdr sejenak,terbangun teriakan kondektur mengatakan tidak masuk terminal Magelang.

Setelah itu merasakan liukan bus mesin Mercedes Benz rebody anyar ini sepanjang jalur Secang menuju Semarang,tanjakan Bedono Banaran dilahapnya dengan mudah.

Maju lancar semarang

Lumayan ngerayap pagi tidak terlalu lama,jam 07.30 tiba di Semarang langsung puter balik di LIK tidak menuju Terboyo yang pagi itu sedang banjir.

Cukup lama ngobrol dengan teman lama di Unissula sekalian sarapan tentunya seperti biasa.

Sekitar jam 11.00 diantar temen ke Terminal Banyumanik untuk konfirmasi tiket di agen Pahala Kencana Banyumanik.

Ternyata tiket online cukup mudah ya tinggal naik dan proses nanti di rumah makan kata mas agennya.

Nah setelah abis dhuhur ini mulai terasa tidak beres perut maupun kepala dan dinginnya mulai menusuk tulang,maklum mendung manja dari pagi.

Obl denpasar

Sampai ketemu mas Black tidak sempat konsen bener bener ngeblank,kebetulan dia mau berangkat menggunakan OBL Denpasar.

Setelah menimbang dengan pertimbangan yang sangat masak akhirnya kuputuskan untuk dibatalkan menuju Jakarta menggunakan armada Pahala Kencana.

Walaupun mbak Juli sempat menawarkan tiket kutolak dengan halus dan minta maaf belum bisa menemani cobain 777 300ER rasa lokal.

Ngechat mba hana juga supaya tidak jutek tentunya karena batal menemani touring para ratu angkasa,mungkin tidak jodoh untuk touring angkasa ya hehehe.

Setelah pasti kuputuskan nyangkruk di Sukun ngeteh sambil ngemil tahu bakso ngilangin nggreges pada tubuh ini.

Ngeliatin Sumber Alam,Efisiensi Cilacap,Ramayana,Nu3tara lumayan sedikit menghilangkan badan yang nggreges.

Jam 17.20 W 7266 UZ masuk Sukun dan nyaring terdengar bilang tidak lewat Karangjati,asyikk bebas macet nih tentunya langsung ngetol.

66 uz semarangan

Tidak sampai 2menit meninggalkan Sukun betul muter kaya gangsing ternyata langsung bablas tol ditemani gerimis petang ini.

Tidak bisa komen seri ini belum pernah ikut jauh,cuma trip tipis dan keliatannya beda dengan yang 3-4 tahun lalu yang kurasakan.

Jam 19.49 masuk Tirtonadi Solo,dijalur Surabaya telah siap padahal Cepat Priangan tapi karena baru turun kubatalkan untuk naik,dan segera menuju soto langganan.

Nyoto dan charger hp sebentar sambil balesin chat temen satu satu yang khawatir karena tidak enak badan masih ngeyel naik bus.

Jam 21.30 terlihat 57 UZ Cepat Bandung terlihat kembali siap menuju shelter keberangkatan,ini pikirku untuk mencicipi.

Sekaligus mengobati rasa penasaran dengan rasa service makan RM Kurnia Jatim saat ini.

Sugeng rahayu bandung

Jam 22.00 mamasuki shelter dan langsung pilih bangku langsung selimutan buat ngangetin,maklum touring sendirian.

Tidak lama 15 menit meninggalkan Tirtonadi pas arisan eh mas kondekturnya bilang bablas tidak masuk RM Kurnia Jatim entah karena apa,memang sepi sekali penumpang malam itu tidak lebih 10 kayanya sampai belakang.

Tidak ingin merasakan mosak masiknya tapi ingin merasakan kelembutan alunan Hino berbaju SR2 HD Prime malam ini,sentuhan tarikan gas,persneling alus rem pun demikian sayang seneng banget klaksonnya interval deket plus panjang,andai sering lampu lbh enak buat bobo cantik.

Banyak kriyep2 jadinya tidur hingga tiba di Terminal Purabaya aka Bungurasih Sidoarjo jam 02.37,suasana lengang menyambut kami di terminal.

Kuucapkan terima kasih sebelum turun dan langsung menuju parkiran untuk mengambil kendaraan di tempat langganan.

Tiket bus

Itulah trip kedua 2019 yang tadinya mau estafet Surabaya – Jakarta akhirnya batal mungkin karena jarak terlalu dekat dengan rute trip Eka Bumiayu – Surabaya jadi masa recovery sangat berkurang.

Bagaimana rute trip kamu? Bersama armada apa? Semoga menyenangkan perjalanan kamu.

Salam onbus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *